...counting...

Thursday, November 8, 2012

Sebab dia adalah sahabat

Bismillahirrahmanirrahim..


Saat ini rindu menemani hati,, teringat pelbagai memori-memori lalu...
rindu pada Allah, pada keluarga, pada dia yang sudah lama tidak kutemu, dan pada sahabat-sahabat perjuangan. 

Banyak yang berubah kala ini, dan banyak yang kurasakan ku perlu tangkas untuk mengikuti rentak perubahan ini. Kekangan waktu dirasakan semakin menghimpit. Saat-saat seorang daie,pelajar dan sahabat diuji. Maafkanku sahabat andai kesibukan ini menjarakkan kita untuk seketika.

Dan sungguh indah bila kupandang di sisi, senyuman dan semangat dari sahabat menemani dan menguatkan langkahan ini. Terima kasih sahabat!

Ketika melayari laman muka buku, kutertarik dengan status seorang teman-

 Adakah iman kita yang robek saat Ukhuwwah ini diuji? muhasabah... 

ketika kubaca firman-Nya, “sungguh tiap mukmin bersaudara”
aku merasa, kadang ukhuwah tak perlu di risaukan
tak perlu, karena ia hanyalah akibat dari iman

aku ingat pertemuan pertama kita
dalam dua detik, dua detik saja
aku telah merasakan perkenalan, bahkan kesepakatan
itulah ruh-ruh kita yang saling sapa, berpeluk mesra
dengan iman yang menyala, mereka telah mufakat
meski lisan belum saling sebut nama, dan tangan belum berjabat

ya, kubaca lagi firman-Nya, “Sungguh tiap mukmin bersaudara”
aku makin tahu, persaudaraan tak perlu dirisaukan
karena saat ikatan melemah, saat keakraban kita merapuh
saat salam terasa menyakitkan, saat kebersamaan serasa siksaan
saat pemberian bagai bara api, saat kebaikan justru melukai

aku tahu, yang rombeng bukan ukhuwah kita
hanya iman-iman kita yang sedang sakit, atau mengerdil
mungkin dua – duanya, mungkin kau saja,
tentulah terlebih sering imankulah yang compang – camping

kubaca firman persaudaraan
dan aku makin tahu, mengapa di kala lain diancamkan;
‘para kekasih pada hari itu, sebagian menjadi musuh sebagian yang lain…
kecuali orang – orang yang bertaqwa”

( Salim A Fillah)
~Ku baca Firman Persaudaraan~



Diatas manisnya ukhuwwah yang kurasakan, izinkan ku berkongsi sebuah puisi,, (tak ingat ambil dr mana ^^)


Sebab Dia Adalah Sahabat.

Dia adalah yang Allah beri kepadaku,
walau yang mencarinya adalah aku,
maka dia adalah hadiah,
mustahil sekadar dilempar begitu.

Biarlah dia berbicara hanya sedikit,
Biarlah dia berjauhan,
Biarlah kadangkala ada salah sangkaan,
Biarlah ada waktu dia melukakan,

Sebab dia adalah sahabat,
maka aku tidak pernah menghiraukan.

Mengira bahagia-bahagia yang wujud bila dia ada di sisi,
itu sahaja sudah melebihi dunia dan segala isi.

Kalau dia tiba-tiba menyimpang,
aku adalah yang akan menghulurkan tangan dan tidak berjauhan,
Kalau aku adalah yang tersungkur,
aku akan segera bangkit agar dia tidak kususahkan.

Sebab dia adalah sahabat,
dan aku tahu sahabatku adalah manusia,
maka aku hormati kekurangan yang ada,
dan aku besar-besarkan kelebihannya,

Hanya iman yang mampu melestari hubungan ini,
mengekstensi hingga ke syurga nanti.
Sebab dia adalah sahabat,
mustahil aku mahu berada di syurga tanpa dia di sisi.


~ ku doakan kesejahteraanmu walau dimana kau berada,, Ya Allah, lindungilah Ukhuwwah antara kami.. Jangan Kau pisahkan kami kerna dosa-dosa kami yang lalu..